Skip to main content

Posts

Dua Sisi

1 - 그 여자 (That Girl) Aku seringkali bermimpi Di bawah langit biru malam Menatap malam dengan rembulan Antara bintang yang bercahaya Akankah ada yang berbeda? Bila yang lalu bukan kamu Akankah ada yang berubah? Jika tak ada pertemuan itu Mungkin hanya aku Yang berharap cemas tak karuan Menanti hal yang tak nyata Hanya angan angan belaka Memang hanya aku Yang sibuk melukis asa Di balik langit malam Tanpa tahu hal yang pasti Aku mungkin hanya terdiam Namun tahukah kamu? Hati ini sibuk merangkai harapan Walau aku tak tahu Akankah jadi nyata Atau hanya angan belaka 2 - 그 남자 (That Man) Aku seringkali berandai Di balik semburat fajar Menatap sejuknya embun pagi Antara burung yang berkicau Jika tak ada pertemuan itu Akankah ada yang berubah? Jika yang lalu bukan kamu Akankah ada yang berbeda? Mungkin hanya aku Yang berdiri jauh darimu Melihatmu samar samar Hanya bisa menatap pahit Memang hanya aku Yang sibuk merangka...
Recent posts

Malam Penuh Cerita

Malam ini penuh cerita Langit biru gelap terhampar Bintang-bintang bercengkrama Bulan purnama setia menemani Awan-awan raib ke negeri seberang Di sudut kamar itu Ada yang menatap langit malam Di balik jendela cokelat Sembari mengetuk-ketuk kaca Bahkan mereka tak kesepian Bulan punya bintang Bintang punya bulan Indah nian jika mereka bersama Apa dia kesepian? Menatap langit yang penuh cerita Sembari berkaca diri Apakah dia punya cerita? Sepi ini mengganggunya Dengan kenangan tak ada habisnya Berputar di memorinya Apa dia punya cerita? Tentu dia punya Siapa yang tak punya cerita? Bahkan ketika cerita itu Sudah lapuk dimakan waktu Dia tetap punya cerita Andai dia berani Buka lembaran baru Yang putih bersih tanpa coretan Apa ceritanya akan terlupakan? Apa hanya dianggap cerita fantasi anak kecil? Malam ini penuh cerita Dia pun punya cerita Cerita yang mulai terkikis Perlahan oleh waktu Yang tak mungkin berhenti Pendam sendiri saja cerita ini Biar menja...

Memori Masa Lalu

Jika yang lalu Langit malam gemerlap Bulan purnama menghias Ditemani sejuta bintang Kini Bulan tetap setia Bintang pun masih ada Meski malu tampakkan diri Memori masa lalu Berlari di langit malam Sembunyi di balik bintang Dan di balik cahaya rembulan Memori masa lalu Muncul malu malu Sejenak sekejap Menyusuri ingatan yang rapuh Bintang bintang gemerlapan Mungkin hanya masa lalu Tetapi memori itu Takkan pernah berlalu Biarkan saja mengalir Mengikuti arus tanpa ujung Tanpa bisa dibendung Di arus kehidupan Memori ini penuh kejutan Mengubah atas menjadi bawah Mengubah kanan menjadi kiri Kacau raga ini dibuatnya Tapi harus apa? Melawan arus itu? Tak bisa! Bahkan bendungan terkuat pun Akan hancur dengan satu ketukan Bak pasir yang terbang Tertiup angin pantai Yang lalu memang yang lalu Tetapi memori itu Memori masa lalu Takkan pernah berlalu Sidoarjo, 22 Mei 2016 NS Jung

Pelangi

Hujan.. Kau tuntun aku ke buaian pelangi Yang tampak saat mentari sembunyi Saat rembulan remang bercahaya Indah nan elok warnanya Menyimpan jutaan asa para insan Yang sempurna tampak Namun sekejap sirna Indah itu fana Keelokan itu hanya fana Ia muncul sekejap Memberi warna di biru langit Melukis asa di kaki langit Semua itu fana Semua itu hanya omong kosong Pelangi akan musnah Ia akan sirna Hilang tanpa bekas Untuk apa ada pelangi? Jika hanya melukis angan kosong Jika untaian warna itu akan luntur Disiram nyanyian hujan sore hari Jika hanya meninggalkan luka Yang diiringi pelukan hujan Dan tetesan duka mengiris hati Hujan.. Jangan beri aku pelangi Jika ia akan sirna Hilang tanpa jejak Goresan kenangan itu takkan hilang Tapi luka kecil pun juga abadi Luka yang sungguh mematahkan hati Pelangi itu hanya angan kosong Yang beri asa tanpa jawaban Hujan... Sungguh, jangan beri aku pelangi Karna luka itu takkan hilang Takkan luntur walau sekejap Luka itu m...

Lelahku Berlipat Ganda

Lelah... Lelah ini tak ada habisnya Lelah yang sangat lelah Lelah yang berlipat ganda Apa dikau lelah? Lelahkah dikau seperti daku? Apa hanya daku yang lelah? Lelah ini berlipat ganda Aku lelah, sungguh lelah Tetapi di mana dikau Kunanti dikau di sini Untuk sembuhkan lelahku Aku lelah yang sangat lelah Lelahku tak lekas hilang Mungkin lelah ini juga lelah Karena tak bisa hentikan lelahku Apa dikau tidak lelah? Hanya dakukah yang lelah? Apa lelah ini sendirian? Apa lelah ini tak bisa hilang? Lalu lelah ini bagaimana? Lelahku sudah terlalu lelah Lelah yang sungguh lelah Lelahku berlipat ganda Apa lelahku bisu dan tuli? Mengapa tak mendengarku? Mengapa tak menjawabku? Lelahku tak butuh aku Lelah ini butuh dikau Dikau yang entah di mana Dikau yang dirindukan lelahku Lelahku berlipat ganda Lelah... Apa kau tidak lelah? Tiap detik menanti dikau Lelahku berlipat ganda Lelahku ini butuh dikau Tapi dikau tak butuh lelahku Lalu lelahku harus bagaimana? Sido...

Mimpi Insan Muda

Langit malam telah tiba Gelap kabut menutup bintang gemintang Menutup asa yang bercahaya Doa doa mengalir pelan Menuju langit yang tak terbatas Sepasang doa saling berpilin Bersebelahan, bersinggungan Jarak memang hanya semu Hati dikau tak ada yang tahu Sepasang doa itu merajut mimpi Mimpi mimpi yang tak lekang dimakan waktu Mimpi mimpi insan muda Yang matanya berbinar terang Meniti tali masa depan Yang tercipta dari khayal manusia Kami semua menanti Menanti kabut luruh dan menghilang Menampakkan bintang gemintang yang bercahaya Laksana ribuan lampion yang berterbangan Ingin doa kami disambut Dikau Sang penguasa langit dan bumi Yang memberi cahaya pada asa kami Hingga masa depan tiba Sidoarjo, 28 September 2015 NS Jung

Rintik Hujan di Sore Hari

Rintik hujan di sore hari Syahdu menenangkan sukma Alunan lagu merdu terngiang Di telinga para perindu hujan Tetesan air ini penuh makna Penuh dengan kenangan Yang sempurna tutupi kalbu ini Rintik hujan di sore hari Menghembuskan angin kerinduan Memupuk rindu yang tak lekang habis Menutup hari dengan buaian Betapa sempurna sore ini Ditemani tetesan kenangan Dengan secangkir penuh harapan Yang uapnya menguar lembut Menanti tuk terwujud Hujan ini saksi bisu Untuk rindu yang tak usai usai Untuk memori yang tak lekas hilang Untuk asa yang tak ingin musnah Rintik hujan di sore hari Temani asa para perindu hujan Sembari menanti jawaban tiba Buah penantian untuk sebuah kepastian Dari seorang perindu hujan Sidoarjo, 6 Desember 2015 NS Jung