Jam dinding di kamarku sudah menunjukkan pukul sepuluh. Tapi aku masih belum bisa tidur. Aku masih memikirkan perkataan Monita tadi. ”Namanya Belinda Starry. Dia hampir sama sepertimu, tapi dia blasteran. Ayahnya dari Indonesia sedangkan ibunya dari Inggris. Dia lebih mirip ibunya dengan mata biru dan rambut pirang. Tapi dia sudah tinggal di Indonesia sejak umur enam tahun. Dulu dia sahabatku, tapi entah kenapa sekarang ia berbeda. Ia kaya tetapi sangat sombong dan suka memilih teman, dia paling benci dengan orang yang ‘lebih’ darinya. Memang kenapa kamu tanya tentang dia?” ucap Monita, “Tidak apa-apa, aku hanya penasaran” jawabku pelan, “Aku lanjutin lagi ceritanya ya... nah, dua cewek yang menemani...
One day I will find the right words, and they will be simple.