Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2015

Lelahku Berlipat Ganda

Lelah... Lelah ini tak ada habisnya Lelah yang sangat lelah Lelah yang berlipat ganda Apa dikau lelah? Lelahkah dikau seperti daku? Apa hanya daku yang lelah? Lelah ini berlipat ganda Aku lelah, sungguh lelah Tetapi di mana dikau Kunanti dikau di sini Untuk sembuhkan lelahku Aku lelah yang sangat lelah Lelahku tak lekas hilang Mungkin lelah ini juga lelah Karena tak bisa hentikan lelahku Apa dikau tidak lelah? Hanya dakukah yang lelah? Apa lelah ini sendirian? Apa lelah ini tak bisa hilang? Lalu lelah ini bagaimana? Lelahku sudah terlalu lelah Lelah yang sungguh lelah Lelahku berlipat ganda Apa lelahku bisu dan tuli? Mengapa tak mendengarku? Mengapa tak menjawabku? Lelahku tak butuh aku Lelah ini butuh dikau Dikau yang entah di mana Dikau yang dirindukan lelahku Lelahku berlipat ganda Lelah... Apa kau tidak lelah? Tiap detik menanti dikau Lelahku berlipat ganda Lelahku ini butuh dikau Tapi dikau tak butuh lelahku Lalu lelahku harus bagaimana? Sido...

Mimpi Insan Muda

Langit malam telah tiba Gelap kabut menutup bintang gemintang Menutup asa yang bercahaya Doa doa mengalir pelan Menuju langit yang tak terbatas Sepasang doa saling berpilin Bersebelahan, bersinggungan Jarak memang hanya semu Hati dikau tak ada yang tahu Sepasang doa itu merajut mimpi Mimpi mimpi yang tak lekang dimakan waktu Mimpi mimpi insan muda Yang matanya berbinar terang Meniti tali masa depan Yang tercipta dari khayal manusia Kami semua menanti Menanti kabut luruh dan menghilang Menampakkan bintang gemintang yang bercahaya Laksana ribuan lampion yang berterbangan Ingin doa kami disambut Dikau Sang penguasa langit dan bumi Yang memberi cahaya pada asa kami Hingga masa depan tiba Sidoarjo, 28 September 2015 NS Jung

Rintik Hujan di Sore Hari

Rintik hujan di sore hari Syahdu menenangkan sukma Alunan lagu merdu terngiang Di telinga para perindu hujan Tetesan air ini penuh makna Penuh dengan kenangan Yang sempurna tutupi kalbu ini Rintik hujan di sore hari Menghembuskan angin kerinduan Memupuk rindu yang tak lekang habis Menutup hari dengan buaian Betapa sempurna sore ini Ditemani tetesan kenangan Dengan secangkir penuh harapan Yang uapnya menguar lembut Menanti tuk terwujud Hujan ini saksi bisu Untuk rindu yang tak usai usai Untuk memori yang tak lekas hilang Untuk asa yang tak ingin musnah Rintik hujan di sore hari Temani asa para perindu hujan Sembari menanti jawaban tiba Buah penantian untuk sebuah kepastian Dari seorang perindu hujan Sidoarjo, 6 Desember 2015 NS Jung

Rindu Tak Terelakkan

Rindu.. Aku rindu padamu Mengingat dirimu dulu Yang sangat baik padaku Aku terjebak Dalam buaian masa lampau Yang datang begitu saja Tanpa tahu caranya tuk kembali Betapa diri ini merindu Merindu waktu yang lalu Yang tak mungkin terulang Yang tak mungkin kembali Aku rindu padamu Dengan sejuta caramu Tuk hibur diri yang rapuh ini Aku rindu Betapa ku rindu padamu Kau memikat hatiku perlahan Menembus tembok pertahananku Dan runtuh dengan indahnya Ku rindu dengan hal hal kecil itu Kecil belum tentu tak bermakna Kecil belum tentu tak berharga Rindu ini tak terelakkan Aku tak bisa hilangkan rindu Rindu yang sangat dalam Laksana jurang tanpa ujung Di mana kau sekarang? Apa rinduku sia sia? Apa kau lupa denganku? Apa kau temukan insan lain? Mengapa kau goyah hati ini Jika akhirnya kau pergi tanpa jejak Mengapa kau tulis lembaran kenangan Jika akhirnya kau tak pedulikan Apa rinduku ini salah? Apa rinduku ini perlu pergi? Aku tak tahu caranya Rindu ini tak b...