Skip to main content

Hana's Series : First Day At School

             “Annyeong haseyo, nama saya Choi Ha Na. Kalian bisa memanggil saya Hana. Sebelumnya saya bersekolah di salah satu sekolah dasar di Korea Selatan. Tahun ini, saya pindah ke Indonesia karena Ayah saya yang dipindah tugaskan kesini. Salam kenal semuanya!” ucapku di depan kelas baruku, tepatnya kelas baru kami semua.
            Aku, Choi Ha Na... satu dari dua puluh satu murid yang berhasil memasuki kelas 7-Aks alias Akselerasi di SMP Nusa Bangsa, SMP terbaik di kota yang aku tinggali ini. Aku bisa masuk ke kelas ini karena IQ-ku yang mencapai 145, selain itu aku juga pandai dalam berbagai pelajaran terutama matematika dan seni.
Banyak orang menganggapku bahwa aku memiliki tekad yang kuat. Terbukti, beberapa bulan sebelum keluarga kami pindah ke Indonesia. Aku segera belajar bahasa Indonesia dengan giat agar bisa lancar berbicara dengan teman-temanku. Sekarang aku sudah cukup lancar meskipun belum bisa berbicara dengan bahasa gaul.
Ayahku bernama Choi Tae Woo, seorang manager di salah satu perusahaan otomotif milik Korea Selatan. Karena perusahaan itu kekurangan pekerja di Indonesia, maka Ayahku dipindahkan kesini... bersama kami tentunya.
Ibuku bernama Choi Yoon Ah, wanita cantik dan anggun yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Bertugas mengurus keperluan kami dan serba-serbi lainnya. Pintar sekali dalam hal memasak, masakannya bisa dibilang benar-benar perfect!
Aku juga mempunyai seorang kakak laki-laki yang bernama Choi Min Woo. Ia hanya berbeda satu tahun denganku. Ia juga bersekolah di sekolah yang sama denganku, tetapi ia tidak mengikuti program akselerasi. Dia sebenarnya sangat pintar, tapi memang kebijakan sekolah bahwa siswa pindahan tidak bisa mengikuti program akselerasi. Dia cukup tampan dan salah satu ahli di bidang sains. Jadi, kami berdua akan lulus bersama.
Kembali lagi dengan perkenalanku, setelah selesai memperkenalkan diri aku langsung kembali duduk ke bangkuku. Aku duduk di bangku kedua dari depan dan paling kiri. Salah satu murid perempuan yang duduk di sebelahku bergantian memperkenalkan dirinya.
Setelah acara perkenalan selesai, kami diajak wali kelas kami yang bernama Miss. Delima berjalan keliling sekolah. Beliau menunjukkan kami berbagai fasilitas sekolah, mulai dari aula, sport center, kantin, dan lain-lain. Setelah tur ini selesai, beliau membagikan kami dua lembar kertas yang berisi daftar ekstrakulikuler dan formulirnya.
Di daftar itu sudah terdapat jadwal masing-masing ekstrakulikuler, jadi kita bisa memilih sepuasnya asalkan kita bisa mengatur waktu. Dengan semangat aku langsung menulis Math Club, untuk olahraganya aku lebih memilih badminton, dan yang terakhir aku memilih pramuka. Karena ekskul pramuka wajib untuk kelas 7.
Setelah mengembalikan formulir itu, bel istirahat berbunyi. Ada beberapa anak yang pergi ke kantin dan ada juga yang mengobrol di kelas. Aku lebih memilih tetap di kelas dan ikut ngobrol dengan murid lainnya.
“Hai!” kataku riang, tiga murid perempuan yang sedang asyik mengobrol langsung menoleh ke arahku. Mereka terdiam sejenak dan kembali mengobrol. Aku agak kesal, tapi akhirnya aku segera menenangkan diriku dan langsung kembali ke tempat duduk.
Karena aku bosan, aku hanya bermain-main dengan pensilku. Tiba-tiba ada seorang gadis berambut panjang datang menghampiriku. Tenyata ia adalah murid yang duduk di sebelahku. Sepertinya dia baru saja dari kantin.
“Halo!” sapanya sambil menepuk pundakku, akhirnya ada juga yang mau menyapaku.
“Hai.. mmm...” aku lupa siapa namanya,
“Aku Monita, masa’ kamu lupa sih? Kamu Hana kan?” katanya dengan riang, aku tersenyum kecil. “Eh, kamu asli dari Korea ya? Gimana rasanya tinggal di sana?” lanjutnya lagi dengan muka penasaran.
“Mmm... biasa-biasa aja sih, sepertinya aku lebih suka tinggal di Indonesia” jawabku dengan semangat, aku senang kalau ada orang yang menanyakan hal-hal seperti ini.
“Wahhh, pasti asyik. Kamu pernah bertemu dengan artis-artis K-Pop seperti Girls Generation atau Super Junior?” tanyanya lagi,
“Iya, aku pernah menonton konsernya. Kamu suka K-Pop?” tanyaku, dia mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Dulu pernah lho ada beberapa artis Korea yang konser disini, tapi aku tidak bisa menontonnya” katanya sambil menatap langit-langit.
“Nanti, jika aku bisa liburan ke Korea kamu aku ajak deh!” ujarku tersenyum,
“Beneran?? Yeeyyyy!!” serunya senang dengan mata yang berbinar-binar.
“Oh iya, tiga cewek yang disitu kenapa sih? Kok mereka judes banget?” tanyaku penasaran dengan suara pelan.
“Cie, Hana bisa bahasa gaul! Ya udah, deh... aku cerita yaaa, sebenarnya...” jawabnya dengan panjang lebar. Aku hanya bisa melongo mendengar ucapannya.
---oOo---
            Makan malam,
            “Malam, anakku sayang. Bagaimana hari pertama di sekolah?” tanya eommaku (sebutan Ibu dalam bahasa Korea).
            “Menyenangkan!” jawabku dengan bersemangat, oppaku (kakak laki-laki) hanya ikut menganggukkan kepalanya.
            Sambil makan malam bersama, kami asyik berbagi cerita satu sama lain. Appaku (ayah) juga ikut menceritakan hari pertamanya bekerja di kantornya. Berbagai cerita lucu keluar dari masing-masing orang. Benar-benar suasana kekeluargaan yang sangat kental.

I hope tomorrow is more wonderful than today J

Comments

Popular posts from this blog

Lirik Lagu Mandy Moore - Only Hope

There's a song that's inside of my soul It's the one that I've tried to write over, and over again I'm awake in the infinite cold But you sing to me over, and over, and over again So I lay my head back down And I lift my hands and pray to be only yours I pray to be only yours I know now, you're my only hope Sing to me the song of the star Of your galaxy dancing and laughing, and laughing again When it feels like my dreams so far Sing to me all the plans that you have for me over again So I lay my head back down And I lift my hands and pray to be only yours I pray to be only yours I know now, you're my only hope I give you my destiny I'm giving you all of me I want your symphony Singing in all that I am At the top of my lungs I'm giving it all i have So I lay my head back down And I lift my hands and pray to be only yours I pray to be only yours I pray to be only yours I know now, you're my only hope

Perfection : An Ordinary Day

     Angga sudah bersiap untuk berangkat sekolah. Ia duduk sendirian di tengah ruang makan yang sangat luas. Sarapan dengan roti dan susu sudah jadi kebiasaan baginya. Ia       "Aku pulang!" ucap Angga, saat ia sudah sampai di depan pintu rumahnya. Ia langsung masuk dan melenggang menuju kamar tidurnya. Tidak ada yang membalas ucapannya, dan dia juga tidak peduli tentang itu.      Ia segera menghempaskan tubuhnya di ranjang, ia melamun sambil menatap langit-langit kamarnya. Melamunkan banyak hal, membayangkan hal-hal yang tidak akan terjadi dalam dirinya. Angga beranjak dari tempat tidur. Ia memutuskan untuk menyalakan laptop.         Sudah beberapa jam, dia terus memandangi laptop. Matanya masih belum merasa lelah. Ia tidak sadar waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dia berdiri, keluar dari kamarnya menuju ruang makan. Sepi, tidak ada siapapun di situ. Pembantu di rumahnya sudah menyiapkan makan malam ya...

Lirik Lagu BoA - Between Heaven and Hell OST. Shark (Eng & Rom)

Romanized: Charari miwohaja neoreul aneulsurok nan apa Achimimyeon jeonbu itgo tto neoreul chatgetjiman   Charari mirwoduja mossseuge dwae beorin sarang Eotteokedeun siganiran tto uril heureul teni   Mianhae ajik neoreul saenggakhaeseo saranghaeseo Neol gyeolgugen wanjeonhi nochido motal naraseo   Dan haruman deo saranghaja tto geojitmalman Neoreul tto bomyeon da itgoseo tto useumyeonseo Saranghaebeorineun nareul   Dan harurado ijeoboja mot jikil malman Neoreul mot bomyeon apeumyeonseo tto ulmyeonseo Dajimman haneun na Neoreul dugo oganeun cheongukgwa jiok sai   Ijeuryeo hae bolsurok dagaon niga cham mipda Daheul sudo an bol sudo eobseul geu georiraseo   Useulge niga daneun moreudorok nae maeumeul Na gyeolgugen i maeum jujido motal georaseo   Dan haruman deo saranghaja tto geojitmalman Neoreul tto bomyeon da itgoseo tto useumyeonseo Saranghaebeorineun nareul   Dan harurado ijeoboja mot jikil malma...