Bulan Ramadhan... Anis, gadis kecil yang tengah menunggu adzan Maghrib merasa bosan. Tiba-tiba, Anis berteriak sendiri agar tidak bosan
Mama yang sedang memasak, segera menghampiri anaknya yang berteriak-teriak sendiri.
"Ada apa sayang?" tanya Mama.
"Anis bosan Ma... Anis lapeerrrrr" jawab Anis.
"Sayang, sambil menunggu adzan. Gimana kalau kamu mendengarkan cerita Mama?" tawar Mama, Anis mengangguk.
"Saat Mama seumuran kamu, dulu Mama anaknya nakal. Seharusnya, sambil menunggu waktu buka puasa Mama ngaji dengan teman-teman. Tapi, pernah sekali Mama bolos ngaji..." ucap Mama, Anis mulai tertarik.
Mama mulai bercerita. Ketika diajak membolos dengan temannya. Mama yang dulu juga usil, menyembunyikan salah satu sandal milik Ustadz Ahmand, guru mengaji di surau. Setelah itu, Mama kabur mengikuti teman-teman ke sawah.
Di sawah, Mama berlari-lari, bermain tanah, menggoda teman dengan cacing. Mama juga sempat jatuh di sawah dua kali, yang membuat badan Mama kotor. Sehingga, Mama harus pulang.
Setelah Mama mandi, Ustadz Ahmad datang ke rumah dengan muka merah menahan amarah. Mama hanya menunjukkan tampang tak bersalah. Orang tua Mama meminta maaf kepada ustadz lalu mengajaknya buka bersama.
"Hahaha, Mama lucu yaa! Mama cerita terus apa Mama nggak masak?" tanya Anis,
"Oh iya! Mama lupa! Aduh, gosong nanti!" seru Mama. GUBRAK!!!
Mama yang sedang memasak, segera menghampiri anaknya yang berteriak-teriak sendiri.
"Ada apa sayang?" tanya Mama.
"Anis bosan Ma... Anis lapeerrrrr" jawab Anis.
"Sayang, sambil menunggu adzan. Gimana kalau kamu mendengarkan cerita Mama?" tawar Mama, Anis mengangguk.
"Saat Mama seumuran kamu, dulu Mama anaknya nakal. Seharusnya, sambil menunggu waktu buka puasa Mama ngaji dengan teman-teman. Tapi, pernah sekali Mama bolos ngaji..." ucap Mama, Anis mulai tertarik.
Mama mulai bercerita. Ketika diajak membolos dengan temannya. Mama yang dulu juga usil, menyembunyikan salah satu sandal milik Ustadz Ahmand, guru mengaji di surau. Setelah itu, Mama kabur mengikuti teman-teman ke sawah.
Di sawah, Mama berlari-lari, bermain tanah, menggoda teman dengan cacing. Mama juga sempat jatuh di sawah dua kali, yang membuat badan Mama kotor. Sehingga, Mama harus pulang.
Setelah Mama mandi, Ustadz Ahmad datang ke rumah dengan muka merah menahan amarah. Mama hanya menunjukkan tampang tak bersalah. Orang tua Mama meminta maaf kepada ustadz lalu mengajaknya buka bersama.
"Hahaha, Mama lucu yaa! Mama cerita terus apa Mama nggak masak?" tanya Anis,
"Oh iya! Mama lupa! Aduh, gosong nanti!" seru Mama. GUBRAK!!!
---oOo---
Comments
Post a Comment