Skip to main content

Hana’s Series : First Outbond ^^ (Part 1)

            Annyeonggg!!!! We meet again! :D Malam ini, aku harus bersiap-siap untuk outbond. Tidak disangka-sangka, dua bulan aku sudah berada di sekolah ini. Tidak ada yang berubah, Monita yang masih cerewet tapi bersahabat, Anto si ketua kelas yang bertanggung jawab, teman-teman yang baik, dan... Belinda cs yang masih menyebalkan -_-
            Oh iya, tadi aku sempat membicarakan tentang outbond. Yups, besok ada outbond khusus kelas akselerasi. Yeeyyy!!! Jadiiii, hanya kelasku dan kelas kakak kelas aksel yang ikut outbond ini. Kami akan menginap selama 3 hari 3 malam. Aku sudah tidak sabar! Karena ini adalah outbond pertamaku di Indonesia. Hahaha XD
            Tadi ketika makan malam, kakakku hanya bisa merengut kesal karena dia tidak bisa ikut oubond. Aku tertawa saja melihatnya, karena oppaku lucu kalau sedang merajuk. Aku tidak tahan melihat mukanya.
            Akhirnya packing selesai juga. Satu ransel besar siap menemaniku. Eaaaaa! Karena sudah malam, aku langsung membaringkan tubuhku di ranjang. Aku harus menghemat energi untuk besok. Have a nice dream all!!!
---oOo---
            Asyiiikkk, hari H yang ditunggu-tunggu telah tiba. Sekarang aku sudah bersiap di depan aula, kami memang berkumpul di sini. Tentu saja ada Ibuku yang menemani. Teman-temanku juga sudah ada yang datang. Tentu saja yang datang pertama kali adalah Anto, namanya juga ketua kelas XD.
            Wali kelasku, Bu Chris juga sudah siap. Oh iya, aku belum sempat mengenalkan wali kelasku. She is the best teacher forever, beliau baik, ramah, dan adil dengan semua muridnya. Aku dan teman-temanku sangat sayang dengan Bu Chris.
            Pagi ini aku tampak casual dengan kaus biru dan kemeja biru muda bercorak kotak-kotak, aku juga memakai celana jeans tiga perempat dan sepatu kets hitam. Santai, tapi tetap sopan. Monita yang baru saja datang menggendong sebuah ransel yang sama besarnya denganku.
            Dia yang suka dengan warna pink tampak manis dengan dress sepaha berwarna pink pastel, cardigan putih, celana jeans tiga perempat sama sepertiku, dan sepatu kets putih. Tak lupa, rambut hitamnya yang bergelombang dipasangi pita putih. She looks so cute!! Monita langsung bersalaman dengan Ibuku. Dia tidak ditemani orang tuanya karena mereka berdua sedang sibuk.
            “Hana, lihat deh... penampilannya Belinda...” dia berbisik kepadaku sambil melirik Belinda dengan teman-temannya, aku ikut melihat dan ternyata... penampilan Belinda dkk membuat mataku silau.
            Mereka bertiga memang menyukai warna pink, sama seperti Monita. Tapi yang mereka pakai... membuat aku tidak bisa berkata-kata. Bagaimana bisa?? Dengan cueknya mereka memakai dress berwarna shocking pink. Dia juga tidak memakai sepatu kets, masih mending jika mereka memakai flat shoes... tapi mereka memakai high heels! Ya! High heels pink norak setinggi 3 cm. Meskipun itu tidak terlalu tinggi, melihat mereka saja bisa membuat mataku perih. Apalagi dia dan teman-temannya membawa masing-masing satu buah koper super besar yang berwarna.... tentu saja pink.
            Hampir semua murid yang berada di situ menatap mereka bertiga dengan pandangan aneh. Tapi mereka cuek saja dan sepertinya... mereka mengganggap, orang-orang lain iri kepadanya. Bu Chris saja bengong melihatnya meskipun tidak berani menegur. Anto hanya bisa geleng-geleng kepala.
            Sekitar pukul 7 tepat, kami bersiap berangkat. Tetapi, ketika Anto menghitung murid kelas 7-AKS alias 7-9. Kelas kita memang kelas paling akhir, entah kenapa. Tapi, nggak masalah sih ^^. Kembali lagi ke Anto, ternyata murid kelas kami masih kurang satu!
            “Bu Chris, ada yang belum datang!” lapor Anto,
            “Siapa yang belum datang?” tanya Bu Chris, Anto menggelengkan kepalanya tanda tak mengerti.
Tiba-tiba Salsa berteriak kepada Bu Chris, “Rina belum datang Bu!!” Kebetulan Salsa memang sahabat Rina. Kelihatannya dia terlihat gelisah ketika mengetahui Salsa belum datang.
“Kenapa kamu nggak coba telepon Sa?” usul Bu Chris,
“Nggak diangkat-angkat Bu” jawab Salsa sedih, aku segara mendatanginya dan menepuk bahunya “Rina pasti datang kok!” kataku sambil tersenyum.
Beberapa menit kemudian akhirnya Rina datang juga. “Rinaa!” seru Salsa girang, saking girangnya dia sampai berlari dan memeluk erat sahabatnya itu.
“Sori Sal, aku telat. Bu Chris mana? Aku mau minta maaf” katanya pelan sambil tersenyum, Salsa dengan senang hati mengatar Rina menuju Bu Chris yang sedang mengobrol dengan Anto.
“Bu, maaf saya telat. Tadi, ada baju yang belum masuk ransel. Jadi, harus packing dulu” kata Rina, “Iya, cantikkk! Nggak apa-apa kok. Asal jangan diulangin lagi, ya!” jawab Bu Chris sambil tersenyum manis. Bu Chris baik banget, kan??
Setelah murid-murid kelas kami dan kelas kakak kelas berkumpul, kami segera berbaris karena akan memasuki bis. Bis ini akan mengantarkan kami menuju salah satu tempat outbond dan camp di Trawas. Oh iya, kalian belum aku beritahu tentang lokasi sekolahku. Sekolahku itu terletak di tengah kota Sidoarjo.
Okay!! Kita sudah siap! Sekarang, kajjaaaaa!!

To be continued...

Comments

Popular posts from this blog

Lirik Lagu Mandy Moore - Only Hope

There's a song that's inside of my soul It's the one that I've tried to write over, and over again I'm awake in the infinite cold But you sing to me over, and over, and over again So I lay my head back down And I lift my hands and pray to be only yours I pray to be only yours I know now, you're my only hope Sing to me the song of the star Of your galaxy dancing and laughing, and laughing again When it feels like my dreams so far Sing to me all the plans that you have for me over again So I lay my head back down And I lift my hands and pray to be only yours I pray to be only yours I know now, you're my only hope I give you my destiny I'm giving you all of me I want your symphony Singing in all that I am At the top of my lungs I'm giving it all i have So I lay my head back down And I lift my hands and pray to be only yours I pray to be only yours I pray to be only yours I know now, you're my only hope

Perfection : An Ordinary Day

     Angga sudah bersiap untuk berangkat sekolah. Ia duduk sendirian di tengah ruang makan yang sangat luas. Sarapan dengan roti dan susu sudah jadi kebiasaan baginya. Ia       "Aku pulang!" ucap Angga, saat ia sudah sampai di depan pintu rumahnya. Ia langsung masuk dan melenggang menuju kamar tidurnya. Tidak ada yang membalas ucapannya, dan dia juga tidak peduli tentang itu.      Ia segera menghempaskan tubuhnya di ranjang, ia melamun sambil menatap langit-langit kamarnya. Melamunkan banyak hal, membayangkan hal-hal yang tidak akan terjadi dalam dirinya. Angga beranjak dari tempat tidur. Ia memutuskan untuk menyalakan laptop.         Sudah beberapa jam, dia terus memandangi laptop. Matanya masih belum merasa lelah. Ia tidak sadar waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dia berdiri, keluar dari kamarnya menuju ruang makan. Sepi, tidak ada siapapun di situ. Pembantu di rumahnya sudah menyiapkan makan malam ya...

Lirik Lagu BoA - Between Heaven and Hell OST. Shark (Eng & Rom)

Romanized: Charari miwohaja neoreul aneulsurok nan apa Achimimyeon jeonbu itgo tto neoreul chatgetjiman   Charari mirwoduja mossseuge dwae beorin sarang Eotteokedeun siganiran tto uril heureul teni   Mianhae ajik neoreul saenggakhaeseo saranghaeseo Neol gyeolgugen wanjeonhi nochido motal naraseo   Dan haruman deo saranghaja tto geojitmalman Neoreul tto bomyeon da itgoseo tto useumyeonseo Saranghaebeorineun nareul   Dan harurado ijeoboja mot jikil malman Neoreul mot bomyeon apeumyeonseo tto ulmyeonseo Dajimman haneun na Neoreul dugo oganeun cheongukgwa jiok sai   Ijeuryeo hae bolsurok dagaon niga cham mipda Daheul sudo an bol sudo eobseul geu georiraseo   Useulge niga daneun moreudorok nae maeumeul Na gyeolgugen i maeum jujido motal georaseo   Dan haruman deo saranghaja tto geojitmalman Neoreul tto bomyeon da itgoseo tto useumyeonseo Saranghaebeorineun nareul   Dan harurado ijeoboja mot jikil malma...