Skip to main content

Morning Reflection

     Manusia, tidak akan pernah bisa mengetahui apa yang akan terjadi di esok hari. Tidak ada yang bisa memprediksi kita akan menjadi apa. Tidak ada yang mengerti, siapa yang akan kita temui di hari-hari esok. Tidak ada yang akan tahu kapan kematian menghampiri kita...
     Lalu, mengapa manusia dapat tersenyum? Mengapa manusia masih bisa bersenang-senang? Bermain-main? Bukankah kehidupan dunia tidak semudah itu? Apa arti kita hidup? Mengapa banyak orang yang lebih mementingkan kehidupannya di dunia? Padahal mereka mengerti ada kehidupan lain setelah mati.
     Mengapa kita bisa tertawa? Padahal kematian bisa saja menghampiri kita. Mendatangi dengan tiba-tiba. Siap tidak siap, bukankah hal itu tidak akan pernah bisa dicegah? Mengapa kita masih bisa melukai orang lain? Padahal kita tidak akan tahu, apakah masih ada kesempatan untuk meminta maaf kepada mereka.
     Lalu, apa yang harus kita lakukan di dunia? Kalau kita akhirnya juga akan mati... Pernahkah kalian berpikir seperti itu? Takdir tentang kematian, memang tidak akan pernah bisa diubah. Apa kita siap untuk mati? Apa kita memiliki persiapan yang cukup untuk kehidupan selanjutnya?
    Mengapa kita sangat susah untuk berbuat baik? Padahal, dengan mudahnya kita bersenang-senang. Mengapa kita sangat susah untuk meluangkan sedikit waktu dan beribadah kepada Tuhan? Padahal, kita bisa meluangkan banyak waktu untuk melakukan hal yang tidak penting.
     Mengapa kita susah untuk menyisihkan sedikit uang untuk berinfaq, atau hanya sekedar memberikan kepada orang yang lebih memerlukannya? Padahal, kita dengan mudah menghabiskan uang untuk hal yang sia-sia.
     Apakah sesulit itu? Melakukan sebuah kebaikan? Apakah itu tidak mudah untuk memberikan sesuatu kepada orang lain yang lebih memerlukannya? Apakah susah untuk meluangkan waktu sedikit?
     Kita bisa saja tertidur dan tidak bisa bangun lagi. Kita bisa saja sedang bersenang-senang melakukan hal yang sia-sia, lalu kita mati pada saat itu. Bukankah manusia selalu mengharapkan kematian yang baik? Lalu, mengapa kita masih melakukan hal itu?
     Apakah itu memang sifat manusia? Meskipun kita tahu mana yang benar dan yang salah, kita masih berani melakukan hal yang jelas-jelas tidak benar. Dan tidak memedulikan hal-hal yang benar.
     Apakah itu memang sifat manusia? Yang lebih percaya kepada dirinya sendiri. Yang tidak mau merasa salah. Dan selalu berusaha dengan cara apapun agar membuat dirinya benar di mata orang.
     Apakah itu memang sifat manusia? Yang tidak mau tahu soal kematian?

    Ini murni, pemikiranku sendiri. Hanya untuk merenungkan apa yang kita perbuat selama kita hidup~

Comments

Popular posts from this blog

Lirik Lagu Mandy Moore - Only Hope

There's a song that's inside of my soul It's the one that I've tried to write over, and over again I'm awake in the infinite cold But you sing to me over, and over, and over again So I lay my head back down And I lift my hands and pray to be only yours I pray to be only yours I know now, you're my only hope Sing to me the song of the star Of your galaxy dancing and laughing, and laughing again When it feels like my dreams so far Sing to me all the plans that you have for me over again So I lay my head back down And I lift my hands and pray to be only yours I pray to be only yours I know now, you're my only hope I give you my destiny I'm giving you all of me I want your symphony Singing in all that I am At the top of my lungs I'm giving it all i have So I lay my head back down And I lift my hands and pray to be only yours I pray to be only yours I pray to be only yours I know now, you're my only hope

Perfection : An Ordinary Day

     Angga sudah bersiap untuk berangkat sekolah. Ia duduk sendirian di tengah ruang makan yang sangat luas. Sarapan dengan roti dan susu sudah jadi kebiasaan baginya. Ia       "Aku pulang!" ucap Angga, saat ia sudah sampai di depan pintu rumahnya. Ia langsung masuk dan melenggang menuju kamar tidurnya. Tidak ada yang membalas ucapannya, dan dia juga tidak peduli tentang itu.      Ia segera menghempaskan tubuhnya di ranjang, ia melamun sambil menatap langit-langit kamarnya. Melamunkan banyak hal, membayangkan hal-hal yang tidak akan terjadi dalam dirinya. Angga beranjak dari tempat tidur. Ia memutuskan untuk menyalakan laptop.         Sudah beberapa jam, dia terus memandangi laptop. Matanya masih belum merasa lelah. Ia tidak sadar waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dia berdiri, keluar dari kamarnya menuju ruang makan. Sepi, tidak ada siapapun di situ. Pembantu di rumahnya sudah menyiapkan makan malam ya...

Lirik Lagu BoA - Between Heaven and Hell OST. Shark (Eng & Rom)

Romanized: Charari miwohaja neoreul aneulsurok nan apa Achimimyeon jeonbu itgo tto neoreul chatgetjiman   Charari mirwoduja mossseuge dwae beorin sarang Eotteokedeun siganiran tto uril heureul teni   Mianhae ajik neoreul saenggakhaeseo saranghaeseo Neol gyeolgugen wanjeonhi nochido motal naraseo   Dan haruman deo saranghaja tto geojitmalman Neoreul tto bomyeon da itgoseo tto useumyeonseo Saranghaebeorineun nareul   Dan harurado ijeoboja mot jikil malman Neoreul mot bomyeon apeumyeonseo tto ulmyeonseo Dajimman haneun na Neoreul dugo oganeun cheongukgwa jiok sai   Ijeuryeo hae bolsurok dagaon niga cham mipda Daheul sudo an bol sudo eobseul geu georiraseo   Useulge niga daneun moreudorok nae maeumeul Na gyeolgugen i maeum jujido motal georaseo   Dan haruman deo saranghaja tto geojitmalman Neoreul tto bomyeon da itgoseo tto useumyeonseo Saranghaebeorineun nareul   Dan harurado ijeoboja mot jikil malma...