Manusia, tidak akan pernah bisa mengetahui apa yang akan terjadi di esok hari. Tidak ada yang bisa memprediksi kita akan menjadi apa. Tidak ada yang mengerti, siapa yang akan kita temui di hari-hari esok. Tidak ada yang akan tahu kapan kematian menghampiri kita...
Lalu, mengapa manusia dapat tersenyum? Mengapa manusia masih bisa bersenang-senang? Bermain-main? Bukankah kehidupan dunia tidak semudah itu? Apa arti kita hidup? Mengapa banyak orang yang lebih mementingkan kehidupannya di dunia? Padahal mereka mengerti ada kehidupan lain setelah mati.
Mengapa kita bisa tertawa? Padahal kematian bisa saja menghampiri kita. Mendatangi dengan tiba-tiba. Siap tidak siap, bukankah hal itu tidak akan pernah bisa dicegah? Mengapa kita masih bisa melukai orang lain? Padahal kita tidak akan tahu, apakah masih ada kesempatan untuk meminta maaf kepada mereka.
Lalu, apa yang harus kita lakukan di dunia? Kalau kita akhirnya juga akan mati... Pernahkah kalian berpikir seperti itu? Takdir tentang kematian, memang tidak akan pernah bisa diubah. Apa kita siap untuk mati? Apa kita memiliki persiapan yang cukup untuk kehidupan selanjutnya?
Mengapa kita sangat susah untuk berbuat baik? Padahal, dengan mudahnya kita bersenang-senang. Mengapa kita sangat susah untuk meluangkan sedikit waktu dan beribadah kepada Tuhan? Padahal, kita bisa meluangkan banyak waktu untuk melakukan hal yang tidak penting.
Mengapa kita susah untuk menyisihkan sedikit uang untuk berinfaq, atau hanya sekedar memberikan kepada orang yang lebih memerlukannya? Padahal, kita dengan mudah menghabiskan uang untuk hal yang sia-sia.
Apakah sesulit itu? Melakukan sebuah kebaikan? Apakah itu tidak mudah untuk memberikan sesuatu kepada orang lain yang lebih memerlukannya? Apakah susah untuk meluangkan waktu sedikit?
Kita bisa saja tertidur dan tidak bisa bangun lagi. Kita bisa saja sedang bersenang-senang melakukan hal yang sia-sia, lalu kita mati pada saat itu. Bukankah manusia selalu mengharapkan kematian yang baik? Lalu, mengapa kita masih melakukan hal itu?
Apakah itu memang sifat manusia? Meskipun kita tahu mana yang benar dan yang salah, kita masih berani melakukan hal yang jelas-jelas tidak benar. Dan tidak memedulikan hal-hal yang benar.
Apakah itu memang sifat manusia? Yang lebih percaya kepada dirinya sendiri. Yang tidak mau merasa salah. Dan selalu berusaha dengan cara apapun agar membuat dirinya benar di mata orang.
Apakah itu memang sifat manusia? Yang tidak mau tahu soal kematian?
Ini murni, pemikiranku sendiri. Hanya untuk merenungkan apa yang kita perbuat selama kita hidup~
Comments
Post a Comment