Sempurna? Sebenarnya apa definisi sempurna? Apa kita merasa tubuh kita sudah sempurna? Apa kita merasa bahwa kehidupan yang kita miliki sudah sempurna? Bagaimana caranya kita bisa mencapai kesempurnaan? Apakah itu mutlak? Atau hanya bersifat sementara?
Angga, seorang remaja laki-laki yang hidupnya sempurna... Mungkin... Memang menurut penilaian orang lain hidupnya sempurna. Mereka semua ingin menjadi seperti Angga. Tampan, pintar, dan lahir di keluarga yang kaya raya. Itu sempurna, kan? Tidak bagi Angga sendiri...
"Ma, aku berangkat sekolah ya!" ucap Angga pelan. Mamanya hanya mengangguk sambil terus menatap laptop di hadapannya. Apa itu nyaman?
Di sekolahnya, Angga adalah seseorang yang menjadi idola. Semuanya ingin berteman dengan Angga. Teman-teman di sekolahnya menganggap akan sangat keren bisa berteman dengan Angga. Sayang, tidak ada yang bisa berteman dengan dia.
Angga sangat menutup dirinya di sekolah. Ia cuek, dingin, dan tidak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya. Ia selalu tidak memedulikan teman yang berusaha untuk berbicara dengannya. Dia diam, dan tidak sekalipun memiliki niat untuk berbicara dan memiliki teman.
Ia tidak memiliki teman sebangku, kepopulerannya di sekolah tidak mempengaruhi teman-teman sekelasnya. Mereka merasa segan terhadap Angga. Mungkin mereka berpikiran, tidak mendekatinya adalah hal terbaik yang bisa mereka lakukan. Tingkat kecuekan Angga benar-benar tinggi. Ia selalu memakai earphone baik di luar maupun di dalam kelas. Kalau seperti itu? Siapa yang berani berbicara dengan Angga?
Bahkan guru-guru di sekolah juga merasa enggan berbicara dengan Angga. Kejeniusan Angga menyebabkan para guru tidak peduli dengan dia. Bukankah dia sudah pintar? Dia sudah tidak butuh guru lagi. Lalu untuk apa dia sekolah?
Di rumahnya setiap pulang sekolah, dia langsung mengurung diri di kamar. Tidak ada seorang ibu yang selalu berada di balik pintu untuk menunggu Angga pulang. Tidak ada yang mencium keningnya ketika berangkat dan pulang sekolah. Tidak ada ibu yang menyiapkan sarapan maupun makan malam. Semua sudah disediakan oleh pembantu yang dipekerjakan oleh Mamanya.
Apa itu kehidupan yang diinginkan orang-orang di sekitarnya? Menjadi kaya raya, berkecukupan? Pintar? Apa itu arti kesempurnaan hidup? Lalu mengapa di dalam hati Angga ia tidak merasa sempurna? Apa kekurangannya?
Pertanyaan itu hanya tersimpan dalam dirinya sendiri. Dia tidak berniat untuk menanyakannya kepada orang lain. Lagipula, tidak akan ada orang yang mau menjawabnya.
Siapa yang mau peduli dengan kehidupannya? Manusia hanya peduli dengan dirinya sendiri, untuk apa mereka mengurusi orang lain... Yang sudah mereka anggap sempurna??
To be continued...
Comments
Post a Comment