Skip to main content

Behind That Glass : Introduction

Love is when the other person's happiness is more important than your own.
- H. Jackson Brown, Jr.
     Salah satu kutipan itu hanyalah sebuah kata sepele bagi gadis itu. Gadis itu tidak percaya tentang kisah cinta yang dramatis, menurutnya itu semua cuma imajinasi belaka. Dia paling tidak suka dengan kisah-kisah cinta yang menurutnya tidak sesuai dengan kehidupan nyata. Novel-novel cinta, drama, itu adalah hal yang paling dia benci. Membuat perempuan semakin mudah dibodohi, ucapnya suatu waktu.
     Karena hal itulah, dia tidak pernah memiliki seorang pacar. Karena laki-laki yang menyukainya selalu ia tolak. Dia tidak peduli dengan hal-hal semacam itu. Dia hanyalah seorang perempuan yang selalu melakukan sesuatu seperlunya.
     "Zara! Ayo ke kantin bareng yuk!" ajak Rista. Ya, nama gadis itu Zara. Dingin, cuek, hanya Rista yang bisa sedikit mencairkan hati Zara.
     "Males, ah. Tugas Bu Nia belum beres" jawabnya,
     "Udahlah, kamu jangan mikir tugas terus. Ayoo" ucap Rista lagi sambil menarik tangan Zara. Dengan terpaksa ia mengikuti Rista menuju kantin.
     Setelah duduk di salah satu bangku kantin, Rista segera memesankan makanan. Sedangkan Zara melanjutkan tugasnya.
     "Serius banget mbak!" ucap seseorang sambil menepuk pundak Zara.
     "Nah, bener Vin. Isi pikirannya dari dulu pelajaran terus. Nggak ada fun nya sedikitpun" lanjut Rista yang sedang membawa makanan di tangannya.
     Yang menepuk pundaknya tadi adalah Vino, salah satu atau mungkin satu-satunya teman cowok Zara. Sudah bukan teman, sih... Eits, sahabat kok. Zara, Rista, dan Vino selalu bertiga. Tapi Vino jarang terlihat karena dia tidak sekelas dengan Zara dan Rista.
     Rista dan Zara berada di kelas XI-IPA 3, tetapi Vino berada di kelas XI-IPA 1. Vino memang pintar, sebenarnya. Tapi sikapnya yang terlalu playful di lingkungan sekolah, membuatnya seperti seorang playboy? Mungkin bisa disebut seperti itu.
     Kembali lagi, Vino masih asyik menggodai Zara sambil sesekali mencoba mengambil beberapa potong bakso di mangkuk Rista.
     "Vino, please kalau kamu lapar beli sendiri aja sana. Nggak usah ambil punya aku!" kata Rista yang kesal melihat lagak Vino.
     "Ssst, sebentar ya Rista manis. Makanan akan datang kepadaku. 3... 2... 1..." balas Vino tepat di hitungan ke 1 ia menjentikkan jarinya.
      "Mmm... Siang Kak Vino, ini ada cokelat buat kakak" ucap seorang murid perempuan yang sepertinya murid kelas 10, di tangannya terdapat sekotak cokelat. Vino mengambilnya sambil mengucapkan terima kasih dan tersenyum.
    Zara melirik adik kelasnya itu yang langsung memerah pipinya karena melihat senyum Vino lalu mereka langsung berlari kecil keluar dari kantin.
     "As expected, Vino Andriawan selalu membuat fansnya melayang" celetuk Rista lalu memakan baksonya dengan cepat.
     "Heii, cantik jangan makan cepat-cepat nanti cantiknya hilang loh. Aku kan sudah dapat cokelat" kata Vino, mengerti maksud kelakuan Rista.
     "Nih, Zara. Kamu mau satu nggak? Daripada kelaparan??" tawar Vino, Zara mengambil sepotong cokelat dan mengunyahnya.
    "Aku heran sama kamu Zar. Kamu tuh cantik, rambutmu bagus hitam lurus lagi. Kulitmu putih. Mancung, pintar juga. Kenapa kamu nggak punya pacar, sih?" tanya Vino dengan mulut berisi cokelat.
     Zara diam, tanpa menanggapi pertanyaan Vino. "Vin, kamu tuh nggak usah membahas masalah itu deh. Kamu harusnya sudah tahu alasannya kenapa. Sorry, ya Zara. Sahabatmu yang satu ini perlu kena batu dulu deh biar sadar!" ucap Rista kesal, ia langsung memukul dahi Vino. Vino hanya bungkam sambil mengelus dahinya yang memerah.
     Zara tersenyun kecil, pikirannya melayang ke masa lalunya yang selalu ia tutup rapat-rapat...

Comments

Popular posts from this blog

Lirik Lagu Mandy Moore - Only Hope

There's a song that's inside of my soul It's the one that I've tried to write over, and over again I'm awake in the infinite cold But you sing to me over, and over, and over again So I lay my head back down And I lift my hands and pray to be only yours I pray to be only yours I know now, you're my only hope Sing to me the song of the star Of your galaxy dancing and laughing, and laughing again When it feels like my dreams so far Sing to me all the plans that you have for me over again So I lay my head back down And I lift my hands and pray to be only yours I pray to be only yours I know now, you're my only hope I give you my destiny I'm giving you all of me I want your symphony Singing in all that I am At the top of my lungs I'm giving it all i have So I lay my head back down And I lift my hands and pray to be only yours I pray to be only yours I pray to be only yours I know now, you're my only hope

Perfection : An Ordinary Day

     Angga sudah bersiap untuk berangkat sekolah. Ia duduk sendirian di tengah ruang makan yang sangat luas. Sarapan dengan roti dan susu sudah jadi kebiasaan baginya. Ia       "Aku pulang!" ucap Angga, saat ia sudah sampai di depan pintu rumahnya. Ia langsung masuk dan melenggang menuju kamar tidurnya. Tidak ada yang membalas ucapannya, dan dia juga tidak peduli tentang itu.      Ia segera menghempaskan tubuhnya di ranjang, ia melamun sambil menatap langit-langit kamarnya. Melamunkan banyak hal, membayangkan hal-hal yang tidak akan terjadi dalam dirinya. Angga beranjak dari tempat tidur. Ia memutuskan untuk menyalakan laptop.         Sudah beberapa jam, dia terus memandangi laptop. Matanya masih belum merasa lelah. Ia tidak sadar waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dia berdiri, keluar dari kamarnya menuju ruang makan. Sepi, tidak ada siapapun di situ. Pembantu di rumahnya sudah menyiapkan makan malam ya...

Lirik Lagu BoA - Between Heaven and Hell OST. Shark (Eng & Rom)

Romanized: Charari miwohaja neoreul aneulsurok nan apa Achimimyeon jeonbu itgo tto neoreul chatgetjiman   Charari mirwoduja mossseuge dwae beorin sarang Eotteokedeun siganiran tto uril heureul teni   Mianhae ajik neoreul saenggakhaeseo saranghaeseo Neol gyeolgugen wanjeonhi nochido motal naraseo   Dan haruman deo saranghaja tto geojitmalman Neoreul tto bomyeon da itgoseo tto useumyeonseo Saranghaebeorineun nareul   Dan harurado ijeoboja mot jikil malman Neoreul mot bomyeon apeumyeonseo tto ulmyeonseo Dajimman haneun na Neoreul dugo oganeun cheongukgwa jiok sai   Ijeuryeo hae bolsurok dagaon niga cham mipda Daheul sudo an bol sudo eobseul geu georiraseo   Useulge niga daneun moreudorok nae maeumeul Na gyeolgugen i maeum jujido motal georaseo   Dan haruman deo saranghaja tto geojitmalman Neoreul tto bomyeon da itgoseo tto useumyeonseo Saranghaebeorineun nareul   Dan harurado ijeoboja mot jikil malma...